Jumat

Global Forest Watch 2.0: Map Online untuk Keadaan Hutan Terkini



Sebuah misi pengawasan keadaan hutan di dunia akan diperkenalkan paling lama di akhir tahun 2013 ini. Rencana yang dinamakan 'Global Forest Watch 2.0" ini merupakan hasil keputusan dari United nations Forum yang membahas tentang hutan pada awal April 2013 lalu di Istanbul, Turki.

Global Forest Watch 2.0 ini merupakan proyek independen dan bekerjasama dengan banyak pihak. Sebuah map onlineyang menggambarkan keadaan hutan di dunia akan ditampilkan secara realtime.

Web ini juga nantinya akan mudah diakses oleh siapa saja yang peduli terhadap keadaan hutan di dunia. Selain banyak pihak yang dilibatkan, teknologi pun turut berperan di dalamnya. Proyek ini akan melibatkan NASA, dan berbagai satelit untuk mengambil keadaan hutan terkini.

Global Forest Watch 2.0 akan dikembangkan oleh World Resources Institute dan para partnernya, termasuk Google, Universitas MaryLand, dan United
nations Environment Programme (UNEP).

"Rencanananya, Global Forest Watch 2.0 akan diluncurkan pada bulan depan’, ujar Wu Hongbo, Under Secretary general fir Economic and Social Affair pada acara tersebut.

‘Proyek ini akan dibuat reliable, up to date, dengan informasi yang mudah diakses untuk menunjang pengawasan’, tambahnya.

Map online yang dapat menggambarkan keadaan hutan ini kehadirannya dirasa perlu karena keadaan hutan-hutan di dunia semakin memprihatinkan. Salah satunya yang dicontohkan dalam pertemuan ini adalah Brazil. Hutan Amazon mengalami penyusutan hingga 80 persen sejak tahun 2004 lalu. Oleh karena itu, guna mendukung pengawasan

INFO: www.un.org

CIO FORUM 2013: Atasi Pengelolaan Data Center dengan Converged System



Salah satu kendala utama perusahaan di Indonesia adalah konsolidasi [penggabungan) data. Masalahnya baru dirasakan saat suatu perusahaan akan membuat data center. 

Konsolidasi data menjadi sukar dilakukan karena data-data tersimpan pada banyak server, baik di lokasi yang sama atau berjauhan, atau karena masing-masing servernya memiliki platform yang berbeda.

Demikian benang merah dari diskusi para CIO (ChiefInformation Officer) di ajang InfoKomputer CIO Forum 2013 yang bertajuk “Howto Build an Effective & Efficient Datacenter”.

Acara yang dihadiri tidak kurang i0 peserta dari kalangan CIO, VP, atau praktisi Tl di perusahaan (swasta, pemerintah/ BUMN) ini juga menyinggung pentingnya pengelolaan data centernya, pengadaan, kontrol biaya (operasional dan lainnya), serta beberapa masalah lainnya yang kerap terjadi pada perangkat Tl. 

Menurut Gunawan Susanto (CM, System & Technology Group IBM Indonesia], teknologi untuk membangun dan mengelola pusat data kini telah tersedia. Data center juga bisa dibuat dalam skala kecil dan dapat di-upgrade sesuai perkembangan data di perusahaan.

Teknologi yang disebut converged system ini akan menerapkan sistem yang terintegrasi dan siap pakai. Salah satu solusi converged system adalah IBM PureSystems yang diakui Deddy Sudja (Director Blue Power Technology, partner IBM) relatif mudah digunakan, cloud-ready, dan berstandar open-virtualization (terbuka untuk berbagai standar).


Rabu

Opera TV Store: Cara Baru Menjelajah Smart TV



Perkembangan teknologi TV semakin tidak bisa dipisahkan dengan Internet. Beberapa tahun terakhir, produsen TV marak mem­produksi Smart TV, perangkat yang sudah siap terkoneksi dengan Internet lengkap dengan aplikasinya. Hal ini pun mengubah cara pengguna menikmati si kotak ajaib.

"Di negara-negara maju dengan konek­si Internet broadband kecepatan tinggi, tren menggunakan TV sebagai perangkat pengakses Internet semakin marak,'1 tutur Brian S. Bae, Vice President/Regional Di- rector South East Asia, Opera Software, ketika berkunjung ke kantor CHIP, la me­nambahkan, 

Smart TV juga mengakomo­dasi kebutuhan pengguna untuk berin­teraksi bersama teman atau anggota kelu­arga dengan berbagai game dan aplikasi. Inilah yang mendorong Opera Software un­tuk ikut terjun ke ranah App Store di TV.

Awal tahun ini, Opera memperkenalkan versi terbaru dari Opera TV Store-nya di ajang Consumer Electronics Show [CES] 2013, di Las Vegas, Amerika Serikat. Opera TV Store versi terbaru ini menghadirkan beberapa pembaruan, di antaranya toko aplikasi ini kini berbasis cloud dengan pe­ngalaman baru, feature baru dan aplikasi baru bagi penggunanya.

Bae menjelaskan, perubahan yang pa­ling signifikan ada pada tampilan interface yang lebih steefcdan rapi sehingga Opera TV Store versi baru ini lebih halus, lebih bergaya, dan mudah dinavigasi. 

Interface baru ini menawarkan pengalaman navigasi yang menyenangkan dan lebih mudah di­gunakan oleh para pengguna. "Mengontrol aplikasi maupun mengakses berbagai me­nu dengan remote control TV jadi semakin mudah,' kata Bae.

Opera TV Store adalah framework apli­kasi berbasis HTML5yang dibangun di da­lam mesin browsing Opera dan ditanam di hardware, dalam hal ini TV, set top box, atau Blu-ray player. Di Indonesia, Opera TV Store bisa didapatkan di Sony Bravia TV dan pemutar Blu-ray Disc Sony.

Aplikasi yang sudah tersedia di Opera TV Store berjumlah sekitar 140 aplikasi dan terus bertambah. 'Opera mendorong para pengembang software, termasuk pengembang software di Indonesia untuk membuat aplikasi di Opera TV Store kare­na kontennya akan disebarluaskan dan di­akses pengguna di seluruh dunia,'' jelas Bae. Bagi pengembang yang berminat un­tuk mengembangkan aplikasi di Opera TV Store, kunjungi http://dev.opera.com/lv/ untuk menemukan perangkat secara on­line, tuntunan dan forum.